Manajemen Sumber Daya Manusia
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Dosen Pengampu: Ahmad Nizar Yogatama
Disusun Oleh :
Fitria Ningsih
(15101284)
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ASIA MALANG
TAHUN 2016
KATA PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya dapat menyelesaikan penulisan makalah ini
dengan baik meskipun masih banyak kekurangan didalamnya. Tidak lupa penulis
berterima kasih kepada Bapak Ahmad Nizar Yogatama selaku Dosen mata kuliah
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).
Makalah ini dibuat
sebagai salah satu tugas pada mata kuliah Manajemen Sumber
Daya Manusia (MSDM) sebagai persyaratan akademik yang harus
dipenuhi. Selain itu penulis berharap agar makalah ini dapat dimanfaatkan
sebagai penambah pengetahuan bagi pembacanya khususnya dalam bidang manajemen Sumber
Daya Manusia (SDM). Penulis sangat
berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kami mengenai Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Penulis juga menyadari
sepenuhnya bahwa penulisan belum sempurna. Penulis berharap kritik dan saran untuk perbaikan ini
di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran
yang membangun.
Semoga penulisan sederhana
ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya dan dapat berguna bagi kami
maupun orang yang membacanya. Kami mohon
maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan.
Malang,
15 November 2016
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Manajemen sumber daya manusia adalah
suatu proses yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pemimpin dan
pengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis pekerjaan,
evaluasi pekerjaan, pengadaan, pengembangan, kompensasi, promosi, dan pemutusan
hubungan kerja guna mencapai tujuan yang ditetapkan (Panggabean, 2007:15).
Manajemen sebagai ilmu dan seni untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan
orang lain. Artinya, tujuan dapat dicapai bila dilakukan oleh satu orang atau
lebih. Sementara itu manajemen sumber daya manusia sebagai suatu bidang
manajemen yang khusus mempelajari hubungan dan peranan manusia dalam suatu
perusahaan.
Manajemen sumber daya manusia terdiri
atas serangkaian keputusan yang terintegrasi tentang hubungan ketenagakerjaan
yang memengaruhi efektivitas karyawan dan organisasi. Manajemen sumber daya
manusia merupakan aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan agar sumber daya
manusia di dalam organisasi dapat digunakan secara efektif guna mencapai berbagai
tujuan.
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah
sebuah upaya pendayagunaan, pemberian nilai, pemberian balasan, pengembanan dan
pengelolaan terhadap individu atau kelompok kerja dalam sebuah perusahaan.
Achmad S Rucky menyatakan bahwa
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu bentuk penerapan dengan cara tepat
dan efektif dalam sebuah proses akuisisi, pengembangan, pendayagunaan, serta
pemeliharaan personal yang dipunyai oleh perusahaan secara efektif supaya bisa
mendapatkan tingkat pendayagunaan sumber daya manusia dengan maksimal dari
perusahaan untuk dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Terdapat beberapa fenomena yang
terjadi seiring pertambahan waktu mengenai sumber daya manusia. Pada perkembangannya,
untuk manajemen sumber daya manusia tidaklah sekedar sumber daya yang dimiliki
oleh perusahaan semata, tetapi lebih mengarah pada model atau aset yang
memiliki nilai yang dapat dilipatgandakan, dapat dikembangkan dan terlebih lagi
dapat dijadikan menjadi instrumen investasi atau aset yang punya nilai didalam
suatu perusahaan.
Akan tetapi sangat disayangkan jika
karyawan mempunyai sumber daya yang sangat baik, namun hanya karena pihak
perusahaan tidak melakukan peningkatan atau mengupgrade, atau tidak memberikan
bimbingan secara berkelanjutan maka segala potensi yang terdapat didalam diri
karyawan tidak akan dapat digunakan bahkan dapat menghambat perusahaan itu
sendiri.
Pelatihan sangat butuh untuk dilakukan
dengan mengadakan beberapa pelatihan oleh perusahaan untuk melakukan
pengembangan karyawan, dan evaluasi terhadap pekerjaan dapat membantu para
pekerja untuk dapat lebih meningkatkan kinerja dari para karyawan. Akan tetapi
mesti diingat bahwa, konsep yang utama pada manajemen sumber daya manusia,
bahwa karyawan merupakan manusia, bukanlah alat atau mesin sehingga kita mesti
mengetahui bagaimana cara untuk mengatur hubungan dan peran sumber daya manusia
yang ada.
Model-model Manajemen Sumber Daya
Manusia
·
Model
Klerikal
Fungsi
dari suatu departemen sumber daya manusia adalah bisa memperoleh, dapat
memelihara laporan, catatan, semua data dan dapat melaksanakan tugas dengan
rutin. Fungsinya dalam menangani kertas kerja yang dibutuhkan dan memenuhi
segala peraturan serta melaksanakan segala tugas kepegawaian dengan rutin
·
Model
Hukum
Dalam
model hukum, Operasi dari sumber daya manusia dalam memperoleh kekuatannya
yaitu dari tingkat keahlian dalam bidang hukum . Terdapat beberapa aspek yang
penting dalam bidang hukum semisal hubungan perburuhan, pengawasan, negosiasi
kontrak dan kepatuhan adalah fungsi yang utama dalam memunculkan adanya
hubungan yang sering berkontradiksi antara manajer perusahaan dan karyawan.
·
Model
Finansial
Model
Finansial semakin berkembang dari setiap waktu, sebab banyaknya manajer yang
bertambah sadar bahwa betapa besarnya pengaruh yang berasal dari sumber daya
manusia yang baik mencakup biaya kompensasi tidak langsung seperti beban
asuransi kesehatan, biaya asuransi jiwa, pensiun atau liburan dan yang lainnya.
Peran Manajer sumber daya manusia ini semakin tinggi sejalan dengan bertambah
rumitnya bidang tersebut.
·
Model
Manajerial
Didalam
model manajerial ini terdapat dua versi, yang pertama ialah manajer SDM bisa
memahami rangka patokan kerja manajemen lini yang berfokus pada orientasi
terhadap tingkat produktivitas. Kedua, manajer tersebut dapat menjalankan
beberapa fungsi dari sumber daya manusia. Departemen Sumber Daya Manusia
melatih manajer lini dalam suatu keahlian yang dibutuhkan agar dapat menangani
segala fungsi kunci dari sumber daya manusia seperti evaluasi kerja dan
pengangkatan serta pengembangan. Karena pada umumnya, karyawan lebih menyukai
interaksi secara langsung dengan para manajer mereka sendiri ketimbang dengan
para pegawai atau staf. Jadi beberapa departemen sumber daya manusia dapat
menunjuk manajer lini yang akan berperan menjadi fasilitator dan pelatih.
·
Model
Humanistis
Ide
utama pada model Humanistis ini adalah departemen sumber daya manusia terbentuk
agar dapat mengembanngkan serta dapat membantu adanya perkembangan value dari
potensi SDM yang ada di perusahaan. Spesialis SDM mesti dapat memahami individu
pegawai dan dapat membantu dalam memaksimalkan adanya peningkatan karir. Model
Humanistis ini akan menggambarkan tumbuhnya berkembangnya perhatian terhadap
pelatihan serta mengembangkan kemampuan karyawan.
·
Model
Ilmu Perilaku
Dalam
suatu model ilmu perilaku akan berasumsi bahwa ilmu perilaku seperti psikologi
dan perilaku sebuah perusahaan ialah dasar kegiatan sumber daya manusia yang
berprinsip bahwa sebuah pendekatan ilmu pengetahuan pada perilaku manusia dapat
diterapkan untuk segala permasalahan sumber daya manusia yang mengacu pada
prinsip ilmu pengetahuan, mencakup evaluasi, desain tujuan, umpan balik,
program pelatihan dan manajemen karir.
B. Siapa
saja yang menggunakan Manajemen Sumber Daya Manusia
Ruang lingkup
dari MSDM maeliputi semua aktivitas yang berhubungan dengan sumberdaya manusia
dalam organisasi, seperti dikatakan oleh Russel & Bernadin bahwa”….alll
decisions which affect theworkforce corcern the organization’s human resource
management function. Aktivitas-aktivitas yang berkaitan denagn MSDM ini
secara umum mencangkup (1) Rancangan Organisasi, (2) Staffing, (3)
SistemReward, tunjangan-tunjangan, dan pematuhan/compliance, (4) Manajemen
Performasi, (5) Pengembangan Pekerja dan Organisasi, (6) Komunikasi dan
Hubungan Masyarakat. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang umumnya tercakup dalam
lingkup MSDM yaitu:
1. Rancangan Organisasi
·
Perencanaan Sumber Daya Manusia
·
Analisis pekerjaan
·
Rancangan pekerjaan
·
Tim kerja(system sosioteknik)
·
System informasi
2. Staffing
·
Rekrut/interview/mempekerjakan
·
Affirmative action
·
Promosi/pemindahan/sparasi
·
Pelayanan-pelayanan outplacement
·
Pengangkatan/orientasi
·
Metode-metode seleksi pekerja
3. Sistem Reward, tunjangan-tunjangan, dan
pematuhan
·
Pelayanan-pelayanan kesehatan/medis
·
Prosedur-prosedur pengaduan/disiplin
·
Administrasi kompensasi
·
Administrasi pengupahan/penggajian
·
Administrasi tunjangan asuransi
·
Rencana-rencana pembagian keuntungan/pensiun
·
Hubungan-hubungan kerja
4. Manajemen Formasi
·
Penilaian manajemen/MBO
·
Program peningkatan/produktivitas
·
Penilaian performasi yang difokuskan pada klien
5. Pemgembangan pekerjaan dan organisasi
·
Pengembann dan pengawasan /manajemen
·
Perencaan/pengembangan karier
·
Program-program pembinaan/asistensi pekerjaan
·
Pelatihan ketrampilan, nonmanajemen
·
Program-program persiapan pensiun
·
Penelitian-penelitian terhadap siakp
6. Komunikasi dan Relasi Publik
·
System-sistem informasi /laporan/catatan-catatan
sumber daya manusia
·
Komuniaksi/publikasi pekerja
·
System penyaranan
·
Penelitian sumberdaya manusia ( Faustino, 2003: 12)
C. Tujuan
penggunaan Manajemen Sumber Daya Manusia
Tujuan-tujuan
MSDM terdiri dari empat tujuan, yaitu :
1. Tujuan
Organisasional
Ditujukan
untuk dapat mengenali keberadaan manajemen sumber daya manusia (MSDM) dalam
memberikan kontribusi pada pencapaian efektivitas organisasi. Walaupun secara
formal suatu departemen sumber daya manusia diciptakan untuk dapat membantu
para manajer, namun demikian para manajer tetap bertanggung jawab terhadap
kinerja karyawan. Departemen sumber daya manusia membantu para manajer dalam
menangani hal-hal yang berhubungan dengan sumber daya manusianOrganisasional
2.
Tujuan Fungsional
Ditujukan
untuk mempertahankan kontribusi departemen pada tingkat yang sesuai dengan
kebutuhan organisasi. Sumber daya manusia menjadi tidak berharga jika manajemen
sumber daya manusia memiliki kriteria yang lebih rendah dari tingkat kebutuhan
organisasi.
3. Tujuan
Sosial
Ditujukan
untuk secara etis dan sosial merespon terhadap kebutuhan-kebutuhan dan
tantangan-tantangan masyarakat melalui tindakan meminimasi dampak negatif
terhadap organisasi. Kegagalan organisasi dalam menggunakan sumber dayanya bagi
keuntungan masyarakat dapat menyebabkan hambatan-hambatan.
Ditujukan
untuk membantu karyawan dalam pencapaian tujuannya, minimal tujuan-tujuan yang
dapat mempertinggi kontribusi individual terhadap organisasi. Tujuan personal
karyawan harus dipertimbangkan jika parakaryawan harus dipertahankan,
dipensiunkan, atau dimotivasi. Jika tujuan personal tidak dipertimbangkan,
kinerja.
D. Peran
penting Manajemen Sumber Daya Manusia bagi Perusahaan maupun UMKM (Usaha Mikro,
Kecil dan Menengah)
Perencanaan SDM (Manpower Planning)
adalah hal paling awal yang dilakukan oleh perusahaan untuk membentuk manajemen
SDM yang baik. Perencanaan SDM meliputi hal-hal detail dan teknis mengenai
karyawan. Misalnya jumlah karyawan, karakteristik kebutuhan karyawan, dan
perencanaan mengenai tugas apa yang akan dikerjakan oleh karyawan di perusahaan
tersebut. Berikut uraian mengenai manfaat perencanaan ini :
1.
Kebutuhan
akan SDM yang Kompeten Terpenuhi
Dengan perencanaan SDM
yang baik, the right men in the right place akan dapat diraih oleh perusahaan.
Penempatan pegawai yang kompeten dan tepat pada posisinya dapat tercapai dengan
lebih optimal dan cepat karena perusahaan telah mengetahui dengan baik kualitas
SDM yang diperlukan, bagaimana merekrutnya bila hendak menambah karyawan, juga
bagaimana mempertahankan karyawan-karyawan terbaik itu.
2. Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Perusahaan
Bila
jumlah Sumber Daya Manusia di dalam perusahaan telah tidak efisien dan efektif
lagi, maka system perencanaan SDM akan melakukan pengaturan atau penempatan
ulang. Tujuannya tentu agar semua SDM yang dimiliki bekerja pada jabatan atau
pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. Kalau hal itu bisa diraih maka akan
mampu memberikan kontribusi maksimal dalam pencapaian tujuan dan sasaran
perusahaan.
3. Dapat Menghemat Biaya
Sebelum
melakukan rekrutmen alias mencari tenaga kerja baru, pihak HR terlebih dulu
melakukan perombakan di dalam SDM. Misalnya dengan melaksanakan promosi dan
pemindahan jabatan, mempensiunkan, atau bahkan memberhentikan pekerja. Tentunya
harus sesuai peraturan ketenaga-kerjaan yang berlaku. Dengan melakukan
perombakan terlebih dahulu, maka biaya- biaya yang berhubungan dengan pengadaan
tenaga kerja dapat dihemat. Apabila penempatan ulang dilakukan dengan tepat,
tidak akan terjadi penempatan yang keliru. Yang paling penting, tidak perlu
menyediakan biaya menambah SDM baru. Namun dalam beberapa kasus, penambahan
karyawan baru memang tidak dapat dihindari. Misalnya, kantor membuka cabang
baru atau lini usaha baru.
4. Mendorong Perilaku Proaktif
Apabila
perusahaan memiliki perencanaan SDM yang baik, maka dapat mengambil serangkaian
tindakan responsif menghadapi setiap dinamika perkembangan bisnis yang terjadi.
Hal ini tentunya dapat berdampak positif terhadap kinerja perusahaan secara
keseluruhan.
5. Mendorong Terbangunnya Sistem Informasi SDM yang Akurat
Sistem
informasi SDM yang akurat adalah salah satu elemen penting untuk mendayagunakan
kinerja organisasi atau perusahaan. Perencanaan SDM akan mampu mendorong
terbangunnya sistem informasi SDM yang andal dan akurat dan tentunya ini sangat
bermanfaat bagi perusahaan.
6. Terciptanya Hubungan Kerja yang Harmonis
Bayangkan
bila suatu lingkungan kerja di sebuah perusahaan memiliki orang-orang yang
tepat dan kompeten dalam jabatan dan posisinya. Pastinya terjadi hubungan
harmonis bukan? Mereka akan saling bekerja sama dengan baik sesuai dengan
keahlian masing-masing guna mewujudkan sasaran dan tujuan perusahaan.
SDM
atau Sumber Daya Manusia merupakan salah satu komponen yang sangat esensial
bagi kelangsungan sebuah organisasi atau perusahaan. Maka dari itu, penting
sekali untuk memperhatikan proses perencanaan SDM atau Man Power Planning.
Proses Perencanaan SDM yang baik tentunya akan memberikan manfaat yang sangat
baik pula untuk kelangsungan organisasi atau perusahaan di masa depan.
E. Kendala
utama Manajemen Sumber Daya Manusia di
Perusahaan maupun UMKM
Berikut
adalah kendala-kendala penerapan Sumber Daya Manusia di perusahaan maupun UMKM:
Kendala mengelola sumber daya manusia di
Perusahaan
Di dalam suatu organisasi bisnis (atau
yang disebut perusahaan), buruh dipimpin oleh manajer. Manajer merupakan kaki
tangan pemilik perusahaan. Manajer memiliki kendala antara lain terhadap:
a.
Lingkungan
Kendala
dari lingkungan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu kendala lingkungan eksternal
dan kendala lingkungan internal. Kendala lingkungan eksternal relatif sangat
sulit dikarenakan memiliki kekutan yang lebih besar daripada kekuatan
perusahaan dan ini bersifat umum di suatu wilayah. Sedangkan kendala lingkungan
internal relatif lebih mudah dikendalikan.
b.
Manusia
(tenaga kerja atau buruh)
Kendala
ini lebih kepada sifat manusia misalnya: malas jika mengerjakan suatu
pekerjaan, hal yang harus dilakukan oleh atasan adalah menegur atau memberi
sanksi jika ada karyawan yg
bermalas-malasan dalam bekerja.
c.
Kendala
diri sendiri
Top
Down Manager (diangkat oleh manager)
-
Bergaya
otoriter karena merasa mewakili kepentingan pemilik
-
Bawahan
tidak hormat
-
Suasana
kerja tidak menyenangkan
-
Kondisi
organisasi terlalu bergolak
Button Up Manager ( diangkat oleh
bawahan)
-
Bergaya
demokratik
-
Bawahan
hormat
-
Suasana
kerja menyenangkan
-
Kondisi
organisasi tenang
d.
Keinginan
pemilik atau pemegang saham (Shareholders)
·
Setiap
pemilik dan pemegang saham pasti menginginkan hasil yang tinggi (high required
return) dengan resiko yang rendah (low risk).
·
Ekspansi
Usaha(business expansion):
-
Kebijakan
dividen, dividen yang dibayarkan harus kecil agar laba ditahan besar sebagai
pembiayaan intern untuk ekspansi.
-
Mengeluarkan
saham baru (new common stock)
-
Pembiayaan
dengan utang : hubungan baik dengan kreditur
-
Hukum
nilai uang terhadap waktu (Time Value of Money)
-
Dirinya
sendiri (gaya kepemimpinannya)
Kendala mengelola sumber daya manusia
di UMKM
1.
Kesulitan
dalam proses rekruitmen
Selayaknya
pemain baru, mereka biasanya minim pengalaman. Inilah yang biasanya menjadi
kendala tersendiri bagi pelaku UKM. Mereka kesulitan menentukan standar psroses
rekruitmen. Alhasil mereka langsung saja mencontoh sejumlah proses rekruitmen
dari perusahaan lain yang padahal sama sekali tidak sesuai jika diterapkan pada
bisnisnya.
2. Menetapkan peraturan
Dari
yang awalnya tidak ada menjadi ada peraturan, kadang menjadi beban tersendiri
ketika disosialisasikan. Apalagi jika aturan tersebut baru dibentuk di belakang
hari. Rasanya akan sangat kaku dan tidak fleksibel. Pemilik usaha terkadang
tidak bisa menentukan poin-poin apa saja yang harus diatur, selain itu ada pula
ketakutan kalau karyawan akan mengendor dengan adanya peraturan perusahaan.
3. Mengarahkan ke tujuan yang sama
Karyawan
dengan mental asal kerja tidak akan membuahkan engagement
yang bagus bagi perusahaan. Sedangkan mental asal kerja sendiri bukan
sepenuhnya kesalahan karyawan. Bisa jadi karena pemilik usaha kurang
mengkomunikasikan visi dan misinya. Mengarahkan karyawan sesuai dengan tujuan
kita pun juga bukan hal yang mudah, perlu brainstorming
yang intens agar mereka menyatu dengan kita. Kemampuan leadership
inilah yang biasanya kurang diasah oleh pelaku UKM sehingga memberikan kesan
kurang karismatik.
4. Mengembangkan kompetensi karyawan
Sedikit
sekali pemilik usaha yang memahami dengan tepat dimana potensi karyawannya.
Bisa jadi karena tidak adanya komunikasi atau bidang yang tidak cocok sehingga
potensi karyawan tidak nampak begitu saja. Kita tidak akan mendapatkan potensi
yang maksimal dari karyawan, karena mereka cenderung tidak merasakan adanya
jenjang skill ketika bekerja dengan anda.
5. Menilai kinerja karyawan
Memang
benar pernyataan bahwa kinerja karyawan akan meningkat ketika kita memberikan
motivasi. Namun, jika kita tidak melakukan pemantauan dan koreksi, maka kinerja
yang baik ini tidak akan bertahan lama. Secara manusiawi, setiap orang akan
menggampangkan apa yang mereka kerjakan karena merasa tidak ada koreksi. Inilah
yang sering luput dari pemilik usaha. Bisa saja karena keterbatasan waktu
sehingga tidak ada waktu yang dapat dialokasikan untuk mengecek satu demi satu
pekerjaan pegawainya.
6. Menentukan reward & punishment
Manusia
selalu terpicu dengan 2 hal, yaitu Pain dan Gain. Ada yang kinerjanya maksimal
jika diberikan hadiah, namun ada pula yang lebih maksimal jika dibayangi denda.
Tipe seperti ini harus Anda ketahui dulu pada pegawai Anda. Sehingga untuk
memaksimalkannya Anda bisa menggunakan sistem reward and
punishment.
Hanya saja, pemilik bisnis kadang kesulitan menentukannya, hadiah apa yang
pantas serta hukuman apa yang bisa membuat jera. Untuk itu coba saja membuat
kesepakatan bersama.
7. Mengatasi keterbatasan finansial
Setiap
perusahaan pasti sangat menginginkan dapat melaksanakan fungsi HRD sesuai
dengan undang-undang yang berlaku. Simpelnya di urusan penggajian. Pasti Anda
ingin memberikan minimal sesuai dengan UMK. Namun, adanya keterbatasan
finansial membuat hal ini kadang menjadi kendala hingga akhirnya terpaksa harus
meminimalisir jumlah karyawannya untuk menyeimbangkan arus keuangan bisnisnya.
8. Menghadapi tuntutan karyawan
Setiap
karyawan pasti memiliki pola pikir, kebutuhan, atau keinginan yang
berbeda-beda. Ada kalanya mereka menuntut adanya pengadaan atau perubahan
sesuatu kepada pemilik dan hasilnya tak sedikit pula pemilik UKM yang kesusahan
menghadapi hal ini secara bijak. Perlu adanya komunikasi yang baik untuk
menyikapi hal seperti ini.
9. Mempertahankan karyawan
Tantangan
yang dihadapi pula di perusahaan besar adalah mempertahankan karyawan. Beratnya
lagi jika di UKM adalah number of lead
penggantinya tidak mudah dicari. Untuk itu cara-cara mempertahankan karyawan
juga menjadi tantangan. Hal yang mungkin paling mudah anda lakukan agar pegawai
Anda betah di perusahaan Anda adalah menghargai dan menciptakan budaya kantor
yang fun.
10. Memberhentikan karyawan
Sangat
sulit memang menghilangkan rasa sungkan memberhentikan karyawan apalagi kepada
karyawan yang mungkin sudah dekat dengan kita. Namun, bila memang kinerjanya
tidak sesuai dengan ekspektasi kita, apa boleh buat. Perusahaan pasti ingin
bergerak maju. Maka jika memberhentikan karyawan merupakan jalan satu-satunya,
ketegasan Anda lah yang harus bermain.
TUJUAN
Tujuan
penulisan makalah :
2.
Untuk
memenuhi tugas mata kuliah “Manajemen Sumber Daya Manusia”.
3.
Dengan
adanya makalah ini diharapkan agar pembaca dan penulis dapat menambah wawasan
dan informai tentang “Manajmen Sumber Daya Manusia”.
4.
Agar
pembaca dan penulis lebih mengetahui tentang “Manajemen Sumber Daya Manusia”.
5.
Agar
pembaca dan penulis mengetahui tentang perbedaaan “Manajemen Sumber Daya
Manusia di perusaahaan dan UMKM.
6.
Agar
pembaca dan penulis mengetahui kendala yang muncul dan menyelesaikan Kendala
Utama yang muncul dalam Manajemen Sumber Daya Manusia di Perusahaan dan UMKM.
7.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Perbedaan
Manajemen Sumber Daya Manusia di Perusahaan dan UMKM
Manajemen SDM sangat perperan
penting untuk mengatur pengelolaan SDM dan sumberdaya perusahaan agar
memberikan hasil maksimal dan memiliki loyalitas tinggi. Selain itu juga akan
memiliki profesionalitas terbaik yang dapat diandalkan untuk mencapai
tujuan dan sasaran perusahaan.
Setiap jajaran manajemen SDM harus menciptakan SDM yang handal dan melakukan
training, coaching dan motivation pada setiap karyawan agar
mampu menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Kemampuan inilah yang akan menjadi
salah satu kunci kemajuan dan keberhasilan dari sebuah perusahaan. Bahkan daya
saing tinggi akan membuat karyawan siap dengan tantangan arus globalisasi dan
membuat perusahan mampu memanfaatkan peluang sebaik baiknya. Dalam jangka
panjang, perusahan melalui manajemen sumberdaya manusia akan diarahkan untuk:
- Memberikan kesempatan sumber daya manusia untuk berkembang menjadi pribadi yang berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi. Selain untuk kebaikan perusahaan juga untuk kebaikan perorangan itu sendiri.
- Memperkuat produk unggulan di setiap unit kerja untuk menuju keunggulan kompetitif dengan membangun keterkaitan sistem produksi, distribusi, dan pelayanan di dalam perusahaan.
- Meningkatkan penguasaan, pemanfaatan, dan penciptaan pengetahuan
- Dapat membangun peralatan produksi yang maju dan canggih
- Melakukan reformasi manajemen administrasi secara sistematis dan terintegrasi agar tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik.
Sumber daya manusia yang bermutu
semakin dibutuhkan setiap perusahan untuk mencapai sasaran perusahaan. Semakin
baik kualitas sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan maka daya saing
perusahaan tersebut akan semakin baik. Perusahaan harus melakukan program
training untuk meningkatkan kehandalan karyawan, kecerdasan dan integritasnya
untuk perusahaan.
Training menjadi salah
satu program penting yang harus dilakuka oleh setiap karyawan yang baru pertama
kali masuk ke dalam perusahaan. Program ini memegang peranan penting sebagai
faktor pendukung yang memegang peranan penting pada berbagai sektor. Usaha ini
juga akan menyiapkan karyawan untuk dapat praktik langsung di lapangan, uji
coba trobosan dan kerja sama dalam sebuah tim.
Manajemen Sumber Daya
Manusia sangat penting dalam sebuah perusahaan, hal ini terlihat karena sangat
dibutuhkan oleh perusahaan untuk kemajuan perusahaan tersebut. Bahkan sumber
daya manusia menjadi salah satu penentu kefektifan organisasi bisnis.
Keberhasilan bisnis menjadi salah satu tujuan dari pengelolaan manajemen sumber
daya manusia.
Perusahaan wajib
memberikan komitmen terhadap karyawannya untuk mendapatkan kesempatan
mewujudkan tujuan pribadi. Komitmen ini yang tertulis pada aturan dan prosedur
dan pemilihan manjer yang baik, memperjelas visi dan misi perusahaan. Selain
itu juga untuk membentuk tradisi perusahaan. Perusahaan juga wajib mendorong
karyawannya untuk terus melakukan pengembangan dan mengembangkan diri
sebagaimana hak seorang karyawan.
Pemanfaatan sumber daya
manusia haruslah berlangsung dengan baik dengan perencanaan sumberdaya yangbaik
pula. Dimulai dari pengaturan kembali dan penempatan SDM pada posisi yang
tepat. Menempatkan sesuai dengan kemampuan dan pengalaman yang dimilikinya.
Sehingga pemberian kontribusi karyawan dapat berlangsung maksimal.
Hal ini menjadi salah
satu tuntutan penting yang harus dikuasai oleh seorang manajer SDM, apalagi
dengan perkembangan zaman dan pergerakan ekonomi, arus informasi dan
perkembangan iptek semakin pesat membuat kualitas SDM semakin dibutuhkan dengan
kualitas terbaik.
Yang menjadi pebedaan
manajemen SDM perusahaan dan SDM UMKM adalah SDM di perusahaan sudah memenuhi
standart usia dan akademis pada semua job yang ada dalam perusahaan sedangkan
manajemen SDM UMKM tidak memiliki standart tersebut.
B. Alasan
Kendala Utama muncul dalam Manajemen Sumber Daya Manusia di Perusahaan dan UMKM
Permasalahan rekrutmen tersebut antara lain mencakup
hal-hal sebagai berikut:
1. Perbandingan tingkat
kepuasa setiap orang saat pertama kali mengisi suatu lowongan pekerjaan adalah
50:50. Hal itu dapat diartikan bahwa apa yang didapatkan orang tersebut (
pegawai baru ) pda pekerjaanya tidak sepenuhnya cocok dengan apa yang
dibayangkan sebelumnya. Dengan demikian dia tidak dapat memanfaatkan
kemampuannya seoptimal mungkin. Permasalahan yang sama secara langsung
dirasakan pula oleh organisasi yang menerima pegawai tersebut, yakni hanya
merasakan kepuasan sebesar 50% dari
proses perekrutan tadi. Semuanya itu berarti pula terjadinya pemborosan baik
materi, tenaga maupun waktu. Salah satu penyebab terjadinya problema diatas
yang sekaligus merupakan juga masalah rekrutmen
adalah tidak diketahuinya secara pasti kebutuhan pegawai oleh rekruiter,
serta kurang mampunya rekruiter menilai calon pegawai.
Untuk meghindari kelemahan-kelemahan itu, maka seorang
rekruiter harus mengerti bagaimana jenis pendidikan, pengalaman dan ketrampilan
yang dibutuhkan untuk setiap pekerjaan sebelum program rekrutmen atau staffing
dilakukan. Lebih jauh lagi, data tentang gaji, motifasi umum, dan kandidat yang
dibutuhkan sebelum dilakukan pengisian posisi dalam suatu organisasi harus
tersedia.
2. Lemahnya Rincian Job
Rekruitmen
Sangatlah sukar untuk melakukan perekrutan secara
efektif jika kualifikasi pekerjaan tidak didefinisikan. Perekrutan secara internal
atau eksternal seharusnya dimulai setelah
adanya pernyataan pendidikan yang ringkas dan jelas, ketrampilan dan
pengalaman yang dibutuhkan serta tingkat gaji dalam suatu pekerjaan.
Keputusan-keputusan proses staffing yang konsisten
tidak dapat dibuat kecuali bila kebutuhan pekerjaan dan posisi pekerjaantelah
dijabarkan secara mencukupi, sehingga para pelamar pekerjaan secara individual
dan kandidat untukposisi tertentu dapat diukur melalui standar-standar yang
telah ditentukan,
3. Perekrutan baru
memanfaatkan sejumlah kecil sumber tenaga kerja baru
Suatu organisasi akan dapat mengisi lowongan secara
lebih cepat dengan biaya yang rendah pula jika sumber daya rekruitmen digunakan
secara optimal.
Secara keseluruhan ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan
dalam masalah-masalah rekruitmen pegawai baru, yaitu :
·
Faktor-faktor eksternal yang
menyangkut kondisi keberadaan lapangan penyediaan tenaga kerja, lokasi
geografis, pasar tenaga kerja, kebijakan negara dan aspek hukum
ketenagakerjaan, serta isu-isu ketenagakerjaan yang berkembang.
·
Pasar tenaga kerja Kegiatan
rekruitmen harus memahami betul kondisi pasar tenaga kerja dan karakteristik
kompetitifnya, informasi ketenaga kerjaan dapat diperoleh melalui surat kabar,
organisasi ketenagakerjaan, lembaga pendidikan, departemen tenaga kerja, dan
organisasi potensi lainnya.
·
Kebijakan negara dan aspek
hukum ketenagakerjaan. Unsur penting dalam kebijakannegara adalah
peraturan-peraturan ketenagakerjaan yang berlaku, serta organisasi buruh atau
profesi yang sangat perpengaruh pada kondisi kerja para pegawai.
·
Anggaran Rekruitmen.
Komponen-komponen anggaran rekruitmen yang perlu diperhatikan adalah
advertensi, Transport, dan akomodasi pelamar, fee untuk agen-agen yang ikut
merekrut pegawai, relokasi /penempatan pegawai baru, program refferal dari
pekerja, dan pelatihan pegawai baru
4. Job Rekruitmen yang
semu ( artificial )
Munculnya permasalahan job rekruitmen yang semu ini
ialah sering dihilangkannya “ resume “ dari lamaran yang telah memenuhi
kualifikasi pekerjaan oleh manajer ini, keadaan seperti ini jelas sekali akan
merugikan organisasi, karena telah menyia-nyiakan sumber daya yang potensial.
Oleh karenanya suatu organisasi haruslah selalu berorientasi kepada tujuan ( goal
) dan tidak perlu menghiraukan
faktor-faktor umur, jenis kelamin atau kewarga negaraan/ etnis pribumi.
Job requirements yang semu ini adalah sesuatu yang disukai, meskipun sebenarnya
tidak diperlukan. Bahkan banyak daripadanya yang bersifat ilegal. Semuanya
cenderung untuk mengurangi penawaran lamaran-lamaran yang berkualitas serta
memboroskan waktu dan uang yang dibutuhkan untuk mengisi suatu jabatan/
pekerjaan.
Oleh karenanya, para profesional dibidang manajemen
sumber daya manusia mutlak penting mengenali berbagai sumber tersebut dengan
setepat-tepatnya, karena dengan demikian
terdapat jaminan bahwa tenaga kerja yang memenuhi persyaratan dan
kebutuhan organisasi diperoleh dengan biaya, waktu dan tenaga dengan serendah
mungkin.
C. Cara
menghadapi dan menyelesaikan Kendala Utama yang muncul dalam Manajemen Sumber
Daya Manusia di Perusahaan dan UMKM
Untuk itu solusi dari permasalahan tersebut yang
berkaitan dengan proses Rekruitmen
menurut pendapat kami meliputi :
A. Identifikasi Spesifikasi pekerjaan
-
Identifikasi spesifikasi kegiatan-kegiatan kerja.
-
Persyaratan-persyaratan yang
dibutuhkan untuk menopang kegiatan-kegiatan kerja.
-
Menetapkan Record ( pendapatan ) yang bersifat
aplikatif dengan kegiatan-kegiatan kerja yang telah ditetapkan ( alur kegiatan
kerja )
-
Melakukan pemeriksaan (
screening ) dalam kaitannya dengan aplikasi-aplikasi kerja yang akan
dilaksanakan.
-
Melakukan kegiatan testing dan
interview ( wawancara ).
-
Melakukan tes fisik (
kesehatan ) pegawai / calon pegawai.
-
Koordinasi internal organisasi
berkaitan dengan kebutuhan akan personalia, termasuk penyusunan kegiatan
promosi.
-
Menetapkan besaran gaji dan
tunjangan-tunjangan yang terkait dengan kesejahteraan pegawai.
-
Penyusunan jabatan untuk para
pekerja baik yang lama maupun yang baru , dilengkapi tugas dan
tanggungjawabnya.
B. Berkaitan dengan Perencanaan Organisasi dan Staffing
-
Rekruitmen harus disesuaikan
dengan karakter organisasi dan besaran organisasi ( skala organisasi )
-
Semakin besar skala organisasi
maka lingkup kegiatan rekruitmen menjadi komplek sekali
-
Tekanan organisasi yang ber
skala besar ditandai oleh spesialisasi.
-
Rekruitmen pada dasarnya tidak
merupakan tanggungjawab satu manajer saja, namun melibatkan manajer yang lainya
yang membutuhkan sumber daya manusia.
-
Rekruitmen berskala besar
ditangani oleh staf yang berskala besar, dan testing dilakukan secara kelompok.
-
Manajer melakukan ketentuan
rekruitmen sesuai ketentuan staffing, secara committed mereka menetapkan
kebutuhan akan pegawai baru dan bertumpu pada tuntutan organisasi.
-
Bila rekruitmen berskala
sangat besar, maka dapat dilaksanakan oleh suatu komite organisasi yang
bersifat terpisah.
C. Berkaitan denga seleksi
Maka petugas yang menangani
seleksi tersebut diwajibkan memiliki penguasaan pengetahuan diantaranya yaitu :
-
Memahami organisasi ditempat
dia bekerja
-
Memahami karakteristik pegawai
/ calon pegawai dari berbagai tingkatan.
-
Ketrampilan dan study banding
untuk melakukan seleksi.
-
Memahami cara untuk
menempatkan kandidat yang tepat untuk satu jabatan.
D. Mengoptimalkan Sumber Daya
rekrutmen
Adapun sumbernya terdiri dari
:
-
Transfer Internal dan Promosi
.
Melalui metode “ Job Bidding “
data-data ( informasi ) mengenai karyawan suatu organisasi dan kebutuhan
pekerjaannya disimpan dalam word prosessor atau data base, sehingga proses
transfer atau promosi karyawan pada jabatan/pekerjaan yang ada, bisa lebih
efektif “ Job posting“ melalui job bidding
akan mengurangi ketidak puasan dan perputaran (turn over) karyawan, bila
penambahan posisi diisi oleh orang-orang dalam.
-
Sumber Eksternal, yang terdiri
dari :
Catatan-catatan/file lamaran ;
Walk in applicants (mendatangi secara langsung), Lembaga-lembaga pendidikan; Open Houses
(pelamar datang untuk mendapatkan penjelasan pada waktu-waktu yang
dikehendakinya), Field Interview (sama dengan open houses, hanya
dilakukan diluar kota dengan biaya lebih mahal serta membutuhkan lebih banyak iklan).Tenaga
kerja sementara ; Part-time dan kontrak, Organization Outplacing Employyees ,
Diret Mail Recruitment, pertemuan para profesional, Asosiasi dagang dan
pameran, Agen-agen tenaga kerja swasta, dan iklan Rekrutmen.
-
Pendekatan sistem sosial (
Human relation )
Manajemen sumber daya manusia
atau personalia merupakan proses yang komplek, dengan kekomplekannya maka
pimpinan perusahaan mulai mengarah pada pendekatan yang lain yaitu pendidikan
sistem sosial yang merupakan suatu pendekatan yang dalam pemecahan masalah
selalu memperhitungkan faktor – faktor lingkungan. Setiap ada permasalahan,
maka diusahakan dipecahkan dengan sebaik mungkin dengan resiko yang paling
kecil, baik bagi pihak tenaga kerja maupun pemberi kerja,
-
Pendekatan paternalisme (
Paternalistik )
Dengan adanya perkembangan
pemikiran dari para pekerja yang menunjukan mereka dapat melepaskan diri dari
ketergantungan manajemen / maka pimpinan perusahaan mengimbangkan dengan
kebaikan untuk para pekerja. Paternalisme merupakan suatu konsep yang menganggap
manajemen sebagai pelindung terhadap karyawan, berbagai usaha telah dilakukan
oleh pimpinan perusahaan supaya para pekerja tidak mencari bantuan dari pihak
lain. Pendekatan ini mulai hilang pada waktu periode tahun 1930-an.
-
Pemeliharaan Tenaga Kerja
Didalam pemeliharaan tenaga
kerja ada pelaksanaan aspekekonomis dan non ekonomis yang diharapkan dapat
memberikan ketenangan kerja dan konsentrasi penuh bagi pekerja guna
menghasilkan prestasi kerja yang diharapkan oleh organisasi. Aspek ekonomis
berhubungan dengan pemberian kompensasi yang berupa gaji dan bonus yang
sebanding dengan hasil kerjanya. Aspek non ekonomis berupa adanya jaminan
kesehatan, kesejahteraan dan serta kenyamanan dalam bekerja. Adanya kegiatan
pemeliharaan tenaga kerja yang memadai akan memperkecil adanya konflik antara
tenaga kerja dengan pemberi kerja. Antara lain tentang kepuasan karyawan dan
komunikasi yang terjadi dalam organisasi.
KESIMPULAN
Manajemen
sumber daya manusia adalah suatu proses yang terdiri atas perencanaan,
pengorganisasian, pemimpin dan pengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan
dengan analisis pekerjaan, evaluasi pekerjaan, pengadaan, pengembangan,
kompensasi, promosi, dan pemutusan hubungan kerja guna mencapai tujuan. Pelatihan
sangat butuh untuk dilakukan dengan mengadakan beberapa pelatihan oleh
perusahaan untuk melakukan pengembangan karyawan, dan evaluasi terhadap
pekerjaan dapat membantu para pekerja untuk dapat lebih meningkatkan kinerja
dari para karyawan. Akan tetapi mesti diingat bahwa, konsep yang utama pada
manajemen sumber daya manusia, bahwa karyawan merupakan manusia, bukanlah alat
atau mesin sehingga kita mesti mengetahui bagaimana cara untuk mengatur
hubungan dan peran sumber daya manusia yang ada.
Yang menjadi pebedaan manajemen SDM
perusahaan dan SDM UMKM adalah SDM di perusahaan sudah memenuhi standart usia
dan akademis pada semua job yang ada dalam perusahaan sedangkan manajemen SDM
UMKM tidak memiliki standart tersebut. Dalam setiap kendala yang muncul akan
selalu ada solusi terbaik untuk mengatasinya. Pemeliharaan SDM sangat
dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan suatu usaha.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Bangun,
Wilson. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Penerbit Erlangga
2.
http://www.kembar.pro/2015/08/Pengelolaan-manajemen-sumber-SDM-dalam-perusahaan.html
4.
http://harjo820.blogspot.co.id/2015/03/makalah-pengelolaan-umkm.html
5.
http://mebiso.com/10-tantangan-ketika-mengelola-sdm-pada-bisnis-ukm
6.
http://sdmsistempersonalia.blogspot.co.id/2011/05/kendala-mengelola-sumber-daya-manusia.html

Komentar
Posting Komentar